Download Dsniff For Windows
Mon, 11 Jan 2010 12:19:40 +0000

Baru mulai tertarik masalah keamanan? Pingin ngebuktiin ketidakamanan jaringan lokal kepada admin? Atas permintaan umum (dan seringnya teman-teman admin nanyain tentang sniffing), berikut adalah cara cepat (kurang lebih 15 sampai 30 menit) memanen password dengan menggunakan teknik yang sangat awam: ethernet sniffing. Tentunya akan dibahas juga cara-cara pendeteksian dan pemberantasannya.
Komunikasi ethernet pada dasarnya adalah komunikasi tipe "siaran" (broadcast). Paket-paket ethernet dari mesin yang satu sebetulnya dilihat oleh setiap komputer yang tergabung dalam suatu jaringan lokal. Paket-paket ini dibuang jika alamat MAC-nya tidak cocok dengan alamat node tujuan.
Nah, dengan menggunakan software-software 'network sniffer', paket-paket ethernet (beserta isinya) yang melewati kartu ethernet tertentu tidak dibuang begitu saja, melainkan dianalisa. Banyak kegunaan sniffing, tapi di artikel ini penulis hanya membahas sniffing password dengan menggunakan program paten karangan Dug Song (www.monkey.org/~dugsong) dsniff.
dsniff aslinya adalah software Unix, dan teman-teman yang punya Linux/BSD bisa langsung ngedownload dan compile dsniff dari http://www.monkey.org/~dugsong/dsniff). Artikel ini membahas penggunaan di
jaringan lokal berbasis Windows, sebab artikel ini ditujukan untuk pemula, dan mereka-mereka yang pingin memanen password tapi nggak punya akses ke Unix. Program dsniff ini punya spesialisasi menggarap password dari berbagai protokol, dan memformat hasil panenan dalam bentuk yang mudah dibaca.
Protokol yang bisa ditangani oleh dsniff antara lain adalah FTP, Telnet, HTTP, POP, NNTP, IMAP, SNMP, LDAP, Rlogin, NFS, SOCKS, X11, IRC, AIM, CVS, ICQ, Napster, Citrix ICA, Symantec pcAnywhere NAI Sniffer, Microsoft SMB, dan Oracle SQL*Net auth info.
Penggunaan dsniff tidak begitu jauh berbeda antara versi Win32 dengan versi Unix-nya. Kelebihan yang bias dinikmati pengguna Unix saat ini adalah adanya dua program tambahan di dsniff yang membuat dsniff versi Unix lebih perkasa, mampu memanen password dari jaringan berbasis "ethernet switch" atau "active hub", jadi tidak terbatas ke jaringan "hub" saja.
Bahan-bahan/Persyaratan:
--------------------------------
LAN lokal untuk target, yang terhubung dengan menggunakan "ethernet hub" (bukan switch)
- mesin Windows 95, 98 atau ME (untuk 2000 dan XP, kamu mesti punya hak administrator di mesin yg akan digunakan untuk memanen) yang terhubung ke LAN target
- WinPCap library, download dari http://netgroup-serv.polito.it/winpcap/install/bin/WinPcap.exe
- dsniff port to Win32, download dari http://www.datanerds.net/~mike/binaries/dsniff-1.8-win32-static.tgz
(gunakan WinZip untuk nge-extract file-file .exe-nya)
Cara Memasak
------------------
- Install WinPcap library. Doubleclick winpcap.exe dan ikuti petunjuk di layar (tinggal pencet "Next","Next","Finish")
- Extract file dsniff...tgz nya ke suatu directory (sebaiknya di bawah
C:\Windows atau tempat lain yang nggak terlalu mencurigakan - untuk artikel ini, anggap saja disimpan di C:\WINDOWS\DS)
- Mulai memanen password. Dari start menu, klik "Run", ketik "command". Pindah ke direktori tempat disimpannya dsniff ("cd \windows\ds"). dari prompt C:> tinggal ketik "dsniff".
- silakan menonton password-password milik pengguna ditampilkan di layar
Catatan:
----------
Ada kemungkinan anda harus menspesifikasikan kartu ethernet mana yang ingin disadap. Untuk melihat daftar-daftar interface yang tersedia, ketik "dsniff -D" dari prompt DOS. Anda akan melihat daftar interface yang tersedia. Jika secara default dsniff mencoba menyadap interface yang salah, gunakan "dsniff -i [ketik nama interface disini]".
Pengembangan lebih lanjut
---------------------------------
Untuk menyimpan daftar password yang terpanen ke sebuah file, tambahkan perintah "-w [namafile]" ke program dsniff. Contoh: "c:\WINDOWS\DS>dsniff -i ELNK3 -w password.db"
untuk membaca file yg dibuat dsniff, berikan perintah "-r [namafile]"
contoh: "C:\WINDOWS\DS>dsniff -r password.db"
secara opsional, jika anda ingin file hasil panen ini disimpan dalam bentuk file ASCII:
"C:\WINDOWS\DS>dsniff -r password.db > panen.txt",
panen.txt siap disajikan.
Yang lebih asyik lagi, bisa kita konfigurasikan agar usaha panen kita tetap berjalan walaupun komputer tersebut di-reboot.Caranya gampang. Mula-mula download dulu program "start minimized" (sm.exe) dari http://www.ethernal.org/List-Archives/curves-kiddies-0010/msg00029.html. Simpan program ini di
C:\WINDOWS. Kemudian kita bikin batch file yang bisa dijalankan dari command prompt. Gunakan Notepad atau "edit" untuk membuat file ini, dan sebagai isi:
@echo off
sm /hidden c:\windows\ds\dsniff.exe -w > password.db
(tambahkan perintah opsional seperti "-i ELNK3" jika perlu)
Nah, simpan file ini (sebagai "ds.bat", misalnya), dan pindahkan file ini ke folder "Startup" lewat Start menu supaya tiap kali komputer di-restart, program dsniff kita dijalankan juga, siap untuk memanen. Program "sm" diatas berfungsi menjalankan program secara tersembunyi supaya tidak mencurigakan.
Tentu saja, biar lebih nggak mencurigakan lagi, rubah nama dsniff.exe ke nama lain, dan jangan lupa ngeganti perintah "dsniff" dengan nama yang baru di semua command dan batch file.
Sekarang anda bisa tinggalkan komputer tersebut, dan dikemudian waktu kembali lagi untuk memeriksa sejauh mana hasil sadapan anda bekerja (dengan perintah "dsniff -r password.db > panen.txt" lalu "notepad panen.txt").
Membuat sadapan lebh portabel
-----------------------------
Untuk membuat disket dsniff, file-file yang anda perlukan adalah: dsniff.exe
wpcap.dll (cari di C:\WINDOWS\SYSTEM atau C:\WINDOWS\SYSTEM32 untuk Win2K/XP) wpcap.vxd packet.dll
simpan file-file ini ke disket (A:), dan tinggal dibawa disketnya ke LAN target. Penjalanan perintah masih tetap sama seperti diatas, kecuali lokasi prompt nya bukan di :\WINDOWS\DS>, melainkan di A:\>.
Jika anda butuh tantangan tambahan, gunakan perintah "at" dan program pengirim email blat.exe" untuk mengirimkan hasil panenan ke alamat e-mail anonimus anda setiap jam atau bahkan setiap 5 menit. Jangan lupa bagi-bagi hasil :).
Tambahan-tambahan
-----------------
Port dsniff-win32 juga mengandung beberapa utility ekstra, seperti mailsnarf (untuk membaca lalu lintas e-mail di jaringan lokal), urlsnarf (untuk membaca alamat-alamat website yang dikunjungi pengguna LAN sekitar anda), dan webspy (untuk menguntit jejak surfing mesin tertentu).
Silahkan anda coba main-main dengan utiliti-utiliti ini, penulis yakin akan ada gunanya. Harap diingat bahwa teknik diatas hanya mempan untuk LAN yang terhubung melalui "ethernet hub". Jika kebetulan LAN anda menggunakan "ethernet switch", bukan berarti nggak ada harapan. Pengguna versi
Unix-nya dsniff bisa cengar-cengir, sebab paket dsniff versi Unix mengandung dua program tambahan: arpspoof (untuk 'menipu' mesin-mesin lain agar mengirimkan paket ke mesin anda) dan macof (untuk membanjiri "switch" lokal dengan alamat-alamat MAC acak, biasanya berakibat "ethernet switch"
yang ditargetkan menjadi bingung dan mengubah mode menjadi default, bertingkah laku seperti "ethernet hub").
Deteksi, Pencegahan, dan Penanggulangan
---------------------------------------
Sebagai admin, anda bisa mendeteksi kartu-kartu ethernet di LAN anda yang menjalankan dsniff (dan progarm-program sejenis dsniff) karena secara prinsip, untuk meng-capture paket-paket, interface ybs harus berada dalam mode "promiscous". Jadwalkan program-program ini untuk berjalan setiap 5 menit, dan konfigurasikan agar komputer pendeteksi mengemail anda jika ada aktifitas-aktifitas mencurigakan.
Utiliti yang bisa anda gunakan termasuk "promisc", "CPM", "ifstatus", atau yang lebih yahud lagi, utilitas buatan grup hacking Portugal The Apostols yang bernama "NePED" (http://metalab.unc.edu/pub/Linux/distributions/trinux/src/neped.c). Untuk platform Windows, tersedia produk-produk komersil seperti LANGuard/LANSniffer atau AntiSniff dari L0pht Heavy Industry (http://www.l0pht.com/antisniff). Diantara produk-produk diatas, sebagian besar hanyalah bisa mendeteksi adanya sniffer jika dijalankan di mesin lokal. Untuk mendeteksi network secara remote, gunakan NePED atau AntiSniff.
Jika anda punya budget, beli switch ethernet yang nggak nge-default ke "hub mode" kalau di-flood alamat-alamat MAC palsu. Kalau anda nggak ngerti, harap ngambil kursus "Pengenalan TCP/IP" atau berhenti jadi admin. Juga harap ingat bahwa banyak perusahaan-perusahaan yang mengklaim menjual hub yang tak bisa disadap, tapi ternyata hanya menjual hub tipe "active huub" yang biasanya tidak bisa menghandel traffic Fast Ethernet (100 Mbps).
Cara paling handal untuk mencegah bocornya informasi sensitif lewat network adalah dengan menggunakan enkripsi. Pakailah SSH, SCP (pengganti FTP) atau SFTP, TLS (untuk memeriksa e-mail), SSL dan HTTPS (untuk transaksi web), tunelling, dll. Usahakan agar jangan sampai ada program yang mengirimkan password tanpa enkripsi melalui jaringan yang anda kelola. Juga selalu periksa keadaan hard disk anda.
Seringkali sniffer-sniffer meninggalkan jejak berupa file hasil panenan yang berukuran besar (apalagi jika LANnya sibuk).
Cara lain mengamankan network anda adalah dengan memindahkan topologi jaringan anda ke sistem token ring, _dan_ menggunakan kartu-kartu ethernet Token-Ring buatan IBM (iklan sabun colexz). Tapi tentunya metode ini tidaklah praktis bagi anda yang ingin tetap menggunakan topologi star atau hybrid.
/* ------------------------------|EOF|------------------------------ */
We have had a few clients in the past who want to transfer large files to us. We have told them to use FTP and their response is typically, “huh?” I have written this simple tutorial to help clients tap into our FTP server to get us large files.
FTP or File Transfer Protocol is a network protocol used to transfer data from one computer to another through a network such as the internet. Simply said, it is a way to transfer files such as large pictures from one computer to another. Pictures are a great example because they are typically large in file size so standard email clients can’t handle them very well and inboxes get full very quickly. This basic tutorial will show you how to set up and FTP from your home or work computer. I am using a Mac, so some of the words or phrases might be different for Windows, but you should be able to figure it out.
Step 1 - Retrieve FTP information from the person you are sending files to. Typically you need the address i.e. ftp.domain.com, a username and password.
Step 2 - Open your FTP Client. If you don’t have one there are many options. If you are using Firefox, you can download an awesome plugin called Fire FTP. I suggest you use Firefox to do all your web browsing anyways for several reasons which won’t be discussed here. You can download Fire FTP by clicking HERE. If you are not using Firefox there is a free desktop based FTP Client called FileZilla. You can download it by clicking HERE.
Step 3 - After you have opened your FTP Client, you need to connect to the FTP Server where you are sending the files.
- FireZilla - If you are using FileZilla, go to File>Site Manager. A new screen should pop up and there will be a button called “Add New Site” - click it. You will want to change the name from “New Site” to the place you are connecting to. Then you will need to type in the host name which for this example is ftp.domain.com. It will ask for a port which is usually just the number 21. It will then ask you for a login type. You will want to change this from Anonyomus to Normal or Ask for A Password. Then you will enter your username and password. Then choose Connect.
- FireFTP - If you are using Fire FTP, you should have Firefox open. Go to “Tools” and then choose FireFTP. A new tab will open and you will see in the top left corner, a drop-down menu. Click on it and choose “Create An Account.” A new window will open. Enter the name of the place you are connect for the Account Name. You can leave the category blank. Then enter the host address - ftp.domain.com. Then enter your username and password and press OK. The window will disappear and you should see your site in the drop down menu. Highlight it and press connect.
Step 4 - In FireZilla and FireFTP, after you connect, you should see the FTP server you connected to on the right hand side and your local machine on the left. Find the files you want to transfer from the navigation on the left. Find the folder on the FTP server you want to put them in.
- FireZilla - You can grab the files you want to transfer and drop them in the right hand box and they should start transferring.
- FireFTP - There are two arrows in the middle of the screen. One is pointing the left and one is pointing to the right. If you want to transfer files from your machine to the server, press the one pointing to the right. If you ever need to get files from the server, press the one pointing to the left.
Step 5 - Your files should upload to the server and you should be able to see them on the right hand side and you are done. Pretty simple.
Please leave a comment if this post helped, hurt, or hindered your FTP expirence.



